Kamis, 04 Juni 2015

Terjemahan - 10 Rules of Studying by Barbara Oakley, PhD, PE



10 Aturan Belajar yang Baik
Oleh Barbara Oakley, PhD, PE

1.    Ingat kembali. Setelah kamu membaca sebuah halaman, coba untuk tidak melihat halaman itu dan ingat kembali ide pokoknya. Sorot apa yang dianggap penting saja, dan jangan sorot apa pun yang tidak masuk dalam pikiranmu terlebih dahulu saat pertama kali membaca. Coba ingat kembali ide pokoknya ketika kamu berjalan ke kelas atau di ruangan yang berbeda waktu pertama kali belajar itu. Kemampuan untuk mengingat – untuk menghasilkan ide-ide dari dalam dirimu – adalah salah satu indikator kunci dari belajar yang baik.
2.      Uji Kemampuanmu. Dalam segala hal. Sepanjang waktu. Kartu belajar mini adalah temanmu.
3.    Chunk masalahmu. Chunking (fokus pada satu hal) adalah memahami dan berlatih dengan suatu solusi masalah sehingga semua bisa masuk pikiran dalam sekejap. Setelah kamu memecahkan masalah, kemudian berlatih kembali. Pastikan kamu dapat mengatasi tanpa bepikir keras setiap langkah. Anggaplah itu sebuah lagu dan dengarkankan berulang-ulang dalam pikiranmu, sehingga informasi yang ada tergabung menjadi satu potongan halus  dan dapat kamu tarik semaumu.
4.    Beri jangka waktu untuk pengulangan. Belajarlah secara menyebar dalam berbagai pelajaran sedikit demi sedikit setiap hari, seperti seorang atlet. Otakmu itu seperti otot yang hanya dapat menerima latihan secara terbatas pada suatu pelajaran  dalam jangka waktu tertentu.
5.   Gunakan cara lain untuk memecahkan masalah yang berbeda selama latihanmu. Jangan berlatih terlalu lama di satu sesi hanya menggunakan satu cara – setelah beberapa saat, kamu hanya meniru apa yang kamu lakukan pada masalah pemecahan masalah sebelumnya. Gabungkan beberapa cara dan kerjakan pada berbagai jenis masalah. Ini akan mengajarimu bagaimana dan kapan harus menggunakan suatu cara. (Buku umumnya tidak diatur dengan cara ini, sehingga  kamu akan perlu melakukan hal ini pada kamu sendiri.) Setelah setiap tugas dan tes, kamu melakukan kesalahan, pastikan kamu memahami mengapa kamu membuat kesalahan, dan kemudian ulangi solusimu. Untuk mempelajari paling efektif, tulis tangan (tidak diketik) masalah di kartu belajar mini dan tulis solusi disebaliknya. (Tulisan Tangan membangun struktur saraf kuat dalam memori daripada mengetik.) kamu mungkin juga memotret kartu jika kamu ingin memasukkan dalam aplikasi studi pada smartphonemu. Buatlah kuis secara acak pada berbagai jenis pertanyaan. Cara lain untuk melakukan ini adalah kamu dapat membuka bukumu secara acak, pilih pertanyaan, dan melihat apakah kamu dapat mengerjakan tanpa berpikir keras.
6.     Gunakan istirahat. Hal umum ini tidak mampu memecahkan masalah atau mencari tahu konsep matematika atau sains pertama kali saat kamu menemukan masalah. Inilah sebabnya mengapa sedikit belajar setiap hari jauh lebih baik daripada banyak belajar sekaligus. Ketika kamu frustrasi dengan masalah matematika atau sains, istirahatlah agar bagian lain dari pikiranmu dapat mengambil alih dan bekerja tanpa disadari.
7.     Gunakan pertanyaan jelas dan analogi sederhana. Setiap kali kamu sedang kesulitan dengan suatu konsep, tanyakan pada diri sendiri, Bagaimana saya bisa menjelaskan hal ini sehingga anak usia sepuluh tahun pun bisa memahaminya? Menggunakan analogi benar-benar membantu, seperti mengatakan bahwa aliran listrik seperti aliran air. Jangan hanya berpikir pada penjelasanmu – katakan dengan keras atau tuliskan. Upaya tambahan berbicara dan menulis memungkinkan kamu untuk lebih mendalami (masuk dalam pikiran) apa yang telah kamu pelajari.
8.  Fokus. Matikan semua bunyi yang mengganggu dari ponsel dan komputer, dan kemudian nyalakan pengingat waktu selama dua puluh lima menit. Fokuskan pandanganmu untuk dua puluh lima menit dan cobalah untuk belajar apa yang kamu bisa. Setelah timer berbunyi, setidaknya berilah hadiah untuk menyenangkan diri sendiri. Melakukan beberapa dari sesi ini dalam sehari bisa benar-benar mendapatkan kemajuan besar belajarmu. Cobalah untuk mengatur waktu dan tempat dimana belajar – tidak melirik komputer atau ponsel – adalah sesuatu yang kamu lakukan secara alami.
9.   Eat your frogs first. Lakukan hal yang paling sulit terlebih dahulu dalam harimu, ketika kamu masih segar.
10. Membuat sebuah perbandingan mental. Bayangkan di mana awalnya dirimu dan bandingkan dengan mimpi dimana belajarmu akan membawamu. Posting gambar atau kata-kata dalam ruang belajarmu untuk mengingatkanmu tentang impianmu. Lihatlah bahwa ketika kamu menemukan motivasimu tertinggal. Karya ini akan memberikan balasan yang baik untukmu dan orang yang kamu cintai!

Sepuluh Aturan Belajar yang Buruk
Oleh Barbara Oakley, PhD, PE

1.   Malas Membaca Ulang – Duduk sambil melihat kembali halaman sebelumnya. Kalau kamu tidak yakin kamu ingat materi yang kamu baca tadi tetapi tetap terus mengingat ide pokok tanpa melihat halaman, kamu hanya menghabiskan waktumu yang seharusnya untuk membaca ulang.
2.    Membiarkan tanda teks yang membebanimu. Menandai suatu teks membuatmu berpikir kamu harus memasukkan semuanya dalam otakmu, dimana semua yang kamu lakukan sebenarnya hanya menggerakkan tanganmu. Menandai teks sedikit boleh-boleh saja – terkadang dapat membantu dalam menandai poin penting. Tapi jika kamu menggunakan tanda sebagai alat memori, pastikan apa yang kamu tandai juga masuk ke otakmu.
3.    Hanya melihat solusi soal sekilas dan berpikir kamu tahu bagaimana cara menyelesaikan. Ini adalah salah satu kesalahan terburuk siswa saat belajar. kamu harus mampu memecahkan masalah langkah-demi-langkah, tanpa melihat solusinya.
4.   Menunggu sampai menit terakhir untuk belajar. Apakah kamu akan berlatih terus menerus hingga menit terakhir untuk lomba lari? Otakmu seperti otot – itu hanya dapat menangani jumlah terbatas latihan pada satu subjek pada suatu waktu.
5.  Berulang kali memecahkan masalah dari jenis yang sama yang sudah kamu tahu bagaimana cara mengerjakannya. Jika kamu hanya duduk diam memecahkan masalah yang sama selama latihanmu, kamu tidak benar-benar mempersiapkan diri untuk suatu tes – itu seperti mempersiapkan pertandingan basket dengan hanya berlatih dribbling.
6.    Membiarkan sesi belajar dengan teman-teman berubah menjadi sesi ngobrol. Menanyakan jawabanmu dengan teman-teman, dan menanyai satu sama lain apa yang kamu ketahui, dapat membuat belajar lebih menyenangkan, mengekspos kelemahan dalam pemikiranmu, dan memperdalam belajarmu. Tapi jika sesi belajarmu berubah menjadi sesi ngobrol sebelum pekerjaan dilakukan, kamu membuang-buang waktu dan harus menemukan kelompok belajar lain.
7.  Mengabaikan membaca buku sebelum kamu mulai mengerjakan soal. Apakah kamu menyelam ke dalam kolam sebelum kamu tahu bagaimana cara untuk berenang? Buku ini pelatihmu – hal ini memandumu menuju jawaban yang benar. Kamu akan bersusah payah dan membuang-buang waktumu jika kamu tidak mau membaca terlebih dahulu. Tetapi sebelum mulai membaca, kamu dapat melihat sekilas tentang soal seperti apa yang dikerjakan pada bab tersebut.
8.     Tidak menanyakan bagian yang tidak kamu ketahui dengan guru atau teman sekelas. Guru sering kekurangan murid yang datang untuk bertanya – padahal itu tugas kami untuk membantumu. Murid-murid yang kami khawatirkan adalah mereka yang tidak mau bertanya. Jangan menjadi murid seperti mereka.
9.  Berpikir kamu dapat belajar secara mendalam ketika konsentrasimu terganggu terus. Setiap kali terganggu adanya sms atau percakapan berarti kekuatan otakmu berkurang untuk belajar. Setiap kali konsentrasi terganggu daya ingat berkurang dan memperlambat kemampuan mengingat.
10.  Tidak cukup tidur. Otakmu menyatukan teknik pemecahan masalah ketika kamu tidur, dan juga latih dan ulangi apa pun yang kamu masukkan kedalam otakmu sebelum kamu tidur. Kelelahan yang berkepanjangan memungkinkan racun menumpuk di otak yang mengganggu saraf penghubung yang kamu perlukan untuk berpikir cepat dan baik. Jika kamu tidak cukup tidur sebelum ujian, APAPUN YANG KAMU LAKUKAN TIDAK MEMBUAHKAN HASIL.